Senin, 23 Januari 2012

Kotoran Manusia Pengganti Daging Burger

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, ilmuwan Jepang Siapkan Kotoran Manusia Pengganti Daging Burger (artikel lingkungan)

Industri pengepakan daging dituding menyebabkan 18 persen emisi gas rumah kaca, sebagian besarnya karena pelepasan gas metana dari hewan. Sementara itu industri ternak juga mengkonsumsi pakan dan air dalam jumlah besar kaitannya dengan jumlah daging yang dihasilkan. Selain itu banyak ditemukan industri peternakan yang tidak manusiawi terhadap hewan ternaknya. Bagi vegetarian faktor-faktor ini saja cukup alasan untuk mengganti konsumsi daging mereka dengan protein nabati dan kacang-kacangan. Tapi Ikeda, seorang ilmuwan di Pusat Pengkajian Lingkungan di Okayama, berusaha untuk mendapatkan protein alternatif dengan mendaur ulang limbah kaya protein : kotoran. Jika yang ada di benak Anda "kotoran" adalah kotoran biasa, maka perlu diperjelas bahwa yang dimaksud Ikeda adalah limbah tinja manusia. Benar, tinja manusia. Proses Ikeda dimulai dengan mengekstraksi protein dan lipid dari limbah tersebut kemudian dikombinasikan dengan suatu pendorong reaksi, kemudian diaduk menjadi "daging". Agar terasa lebih gurih, Ikeda menambahkan kedelai dan saus steak. Saat ini, harga daging tinja tersebut adalah 10-20 kali dari daging biasa yang sebenarnya adalah harga hasil penelitian, tetapi Ikeda sendiri merasa "daging-daging" tersebut bahkan akan keluar dalam beberapa tahun lagi. Dia mengakui bahwa "beberapa orang" pada awalnya mungkin memiliki keengganan psikologis untuk makan daging buatan yang terbuat dari kotoran mereka sendiri, tapi dia berpikir banyak yang akan terbuka pikirannnya.Tertarik? Selain ikut mengurangi emisi limbah dan karbon, Ikeda juga menambahkan bahwa daging burger tersebut sangat rendah lemak. Meski akan sulit dipercaya bahwa manfaat-manfaat tersebut bisa membujuk konsumen untuk mencicipinya.


Apresiasi artikel: Ketika saya harus memberikan tanda bintang untuk peneliti di jepang mungkin saya akan memberikan 5 bintang untuk mereka. 5 bintang ini termasuk tanda terbaik untuk mereka. Sebab tidak akan ada orang yang mau memikirkan hal gila yang menjadi sebuah penemuan baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia ke depan. Namun banyak orang mengatakan bahwa dari hal gila lah kita dapat menciptakan hal yang baru. Kita tahu dan tidak memungkiri bahwa setiap orang apabila mendengar kata “tinja” pasti sudah berpikir jijik atau apapun. Namun ilmuwan jepang ini benar-benar membuat mata kita terbuka bahwa dari limbah tinja dapat diubah menjadi suatu daging untuk dikonsumsi manusia. Saya juga pernah mendengar bahwa kini dijepang telah ada suatu tempat yang menyediakan steak kotoran manusia. Tidak dapat dibayangkan namun itu nyata. Dari hal tersebutlah maka kita juga harus ikut memepelajari bagaimana proses tinja tersebuit hingga berubah menjadi sautu daging yang layak dikonsumsi oleh manusia. Tapi begitulah kenyataanya cara ilmuwan jepang tersebut mengurangi emisi gas rumah kaca.

Penelitian Kualitatif

Pendekatan grounded teori (Grounded Theory Approach) adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. Pendekatan ini pertama kali disusun oleh dua orang sosiolog; Barney Glaser dan Anselm Strauss. Untuk maksud ini keduanya telah menulis 4 (empat) buah buku, yaitu; "The Discovery of Grounded Theory" (1967), Theoritical Sensitivity (1978), Qualitative Analysis for Social Scientists (1987), dan Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1990). Menurut kedua ilmuwan ini, pendekatan Grounded Theory merupakan metode ilmiah, karena prosedur kerjanya yang dirancang secara cermat sehingga memenuhi keriteria metode ilmiah. Keriteria dimaksud adalah adanya signikansi, kesesuaian antara teori dan observasi, dapat digeneralisasikan, dapat diteliti ulang, adanya ketepatan dan ketelitian, serta bisa dibuktikan.
Sesuai dengan nama yang disandangnya, tujuan dari Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data. Teoritisasi adalah sebuah metode penyusunan teori yang berorientasi tindakan/interaksi, karena itu cocok digunakan untuk penelitian terhadap perilaku. Penelitian ini tidak bertolak dari suatu teori atau untuk menguji teori (seperti paradigma penelitian kuantitatif), melainkan bertolak dari data menuju suatu teori. Untuk maksud itu, yang diperlukan dalam proses menuju teori itu adalah prosedur yang terencana dan teratur (sistematis). Selanjutnya, metode analisis yang ditawarkan Grounded Theory Approach adalah teoritisasi data (Grounded Theory).
Pada dasarnya Grounded Theory dapat diterapkan pada berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, namun demikian seorang peneliti tidak perlu ahli dalam bidang ilmu yang sedang ditelitinya. Hal yang lebih penting adalah bahwa dari awal peneliti telah memiliki pengetahuan dasar dalam bidang ilmu yang ditelitinya, supaya ia paham jenis dan format data yang dikumpulkannya.

Menurut Strauss dan Corbin (1997: 11-13),
Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran).
Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain. Salah satu alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para peneliti dimana metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena yang kadangkala merupakan sesuatu yang sulit untuk dipahami secara memuaskan.
Bogdan dan Taylor (1992: 21-22)
Menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yng menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasil kan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik.
Kirk dan Miller
Menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan social, yang fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusiadan kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang tersebut dalam bahasanya dan peristiwanya.
Hadani Nawawi dan Martini (1974 : 174)
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat atau memiliki karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam keadaan kewajaran atau sebagaimana adanya (natural setting) dengan tidak diubah dalam bentuk symbol atau bilangan, sedangkan perkataan penelitian pada dasarnya berarti rangkaian kegiatan atau proses pengungkapan rahasia sesuatu yang belum diketahui dengan mempergunakan cara bekerja atau metode yang sitematik, terarah dan dapat dipertanggung jawabkan.

Sudarto (1997:62)
Penelitian kualitatif adalah prosedur penilaian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati.

Pengertian Penelitian Kualitatif Lainnya Oleh Judith Preissle
“Qualitative research is a loosely defined category of research designs or models, all of which elicit verbal, visual, tactile, olfactory, and gustatory data in the form of descriptive narratives like field notes, recordings, or other transcriptions from audio- and videotapes and other written records and pictures or films.” –Judith Preissle.
Penelitian kualitatif juga disebut dengan: interpretive research, naturalistic research, phenomenological research (meskipun ini disebut sebagai jenis dari penelitian kualitaif yang dipakai penelitian deskriptif).

2. KARAKTERISTIK  PENELITIAN DENGAN PENDEKATAN KUALITATIF

Karakteristik penelitian dengan pendekatan kualitatif menurut Alsa (2003: 38-44) adalah:
a.       Penelitian kualitatif memiliki setting alamiah sebagai sumber data;
b.      Peneliti sebagai instrumen utama penelitian;
c.       Penelitian kualitatif adalah deskriptif;
d.      Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses dari pada hasil penelitian;
e.       Peneliti kualitatif cenderung menganalisa datanya secara induktif;
f.        Pemaknaan merupakan perhatian utama dari penelitian kualitatif;
g.       Kontak personal langsung dengan subyek merupakan hal utama dalam penelitian kualitatif;
h.       Penelitian kualitaif pada umumnya berorientasi pada kasus unik; dan
i.         Penelitian kualitatif biasanya merupakan penelitian lapangan (fieldwork).
Selain karakteristik penelitian kualitatif menurut pendapat Alsa diatas, penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagi berikut :

  1. Peneliti memaknai apa yang diteliti dengan persepsi-persepsi subyektif untuk menghadirkan konteks yang menjelaskan suatu fenomena.
  2. Tujuan penelitian adalah mengembangkan konsep-konsep yang dapat menjelaskan makna suatu fenomena.
  3. Tidak dilakukan pengujian hipotesis, karena konteks atau lingkungan social menentukan bagaimana data dikumpulkan.
  4. Konsep pengetahuan dalam bentuk tema, motif, taksonomi dangeneralisasi bukan operasional variable.
  5. Generalisasi tidak dilakukan mengacu pada kaidah probabilitas, tetapi melalui ekstraksi kenyataan dari data yang ditemukan di lapangan dan menyajikannya dalam gambaran yang koheren dan konsisten

Gender


§  Gender sebagai fenomena social budaya diartikan sebagai dampak social yang muncul dalam suatu masyarakat karena adanya pembedaan atas dasar jenis kelamin.
(Dr. Umi Sumbulah, M. Ag, dkk, Spektrum Gender : Kilasan Inklusi Gender di Perguruan Tinggi, UIN-Malang Press, 2008,hal. 8-9)
§  Gender merupakan kesadaran yang ada dalam suatu masyarakat bahwa hal-hal yang berasal dari pembedaan jenis kelamin sifatnya socio-cultural.
(Dr. Umi Sumbulah, M. Ag, dkk, Spektrum Gender : Kilasan Inklusi Gender di Perguruan Tinggi, UIN-Malang Press, 2008, hal. 10)
§  Gender sebagai fenomena social budaya diartikan sebagai dampak social yang muncul dan kesadaran yang ada dalam suatu masyarakat karena adanya pembedaan atas dasar jenis kelamin serta hal-hal yang berasal dari pembedaan jenis kelamin sifatnya socio-cultural.
(Rizki Amelia Septanti, Malang, 09 Oktober 2011)

Resep membuat Roti Tawar

Bahan – bahan yang diperlukan untuk resep roti tawar adalah:
1. Tepung terigu protein tinggi 1 kg
2. Ragi instant 15 gram
3. Gula pasir 60 gram
4. Mentega putih 60 gram
5. Garam 15 gram
6. Susu bubuk 40 gram
7. Air dingin 630 ml
Cara membuat  roti tawar:
1. Masukkan tepung terigu protein tinggi, ragi instant, gula pasir, dan susu bubuk, aduk hingga rata.
2. Tambahkan air sedikit demi sedikit dan aduk hingga adonan agak kalis.
3. Tambahkan mentega putih dan garam, terus aduk hingga adonan kalis.
4. Bulatkan adonan dan istirahatkan selama 10 menit.
5. Bagi adonan @ 450 gram dan biarkan selama 15 menit.
6. Adonan dibentuk roti tawar dan letakkan di loyang roti tawar yang
sudah dioles margarin.
7. Biarkan adonan mengembang ( + 90 menit ).
8. Panggang hingga matang, berwarna kuning kecoklatan (untuk suhu= 200 C dipanggang selama 20 menit).

UJIAN METODOLOGI PENELITIAN

Mata kuliah      : METODE PENELITIAN                                    
Dosen              : Sugeng Rusmiwari                                                         
  1. Hasrat ingin tahu manusia yang senantiasa berusaha  mencari kesempurnaan dan kebenaran, dan dengan penelitian banyak hal yang dapat terungkap, menjadikan pengetahuan semakin luas, sehingga eksistensi penelitian merupakan alat, atau perangkat metodologi yang digunakan untuk pembuktian segala macam dorongan ingin tahu. Karena itu dapat dipastikan semua orang pernah melakukan penelitian.
Tugas:
a.  Berikan 3 (tiga) identifikasi masalah penelitian dalam mencari kebenaran yang original dengan pendekatan pure research atau applied research !
b.  Sepakat dalam mencari kebenaran tersebut dengan pendekatan ilmiah, sebut dan jelaskan cirri-cirinya.
c.     Terkait dengan b. pilih satu dan beri tekanan, mengapa itu yang saudara anggap paling penting !.  
  1. Betapa pentingnya tujuan dan manfaat penelitan untuk diketahui sebelum, peneliti melakukan proses penelitian.
Tugas:
a.   Pertimbangan – pertimbangan apa yang paling mendasar dalam menentukan tujuan penelitian ? Jelaskan singkat !
b.    Suatu penelitian dilakukan harus memiliki manfaat, sebut dan jelaskan !
  1. Berbagai jenis penelitian dapat dimanfaatkan dalam memecahkan fenomena social baik untuk administrasi negara maupun politik, namun yang terpenting adalah derajad kesesuaian antara tujuan yang diharapkan dan manfaat yang dihasilkan.
Tugas:
a.     Jenis penelitian apakah yang digunakan bilamana yang akan dipecahkan adalah masalah kompetensi kepemimpinan integrative dengan sikap apatisme masyarakat? Apa alasannya ?
b.    Apa kelebihan dan kekurangan dari pemeilihan jenis yang saudara lakukan tersebut?
  1. Variabel adalah konsep atau atribut yang mempunyai “variasi” nilai antara satu dengan yang lain yang disebut indikator, yang ditetapkan oleh peneliti, sehingga menunjuk pada suatu konstruk atau sifat yang akan dipelajari untuk diambil kesimpulan.
Tugas:
a.     Apa manfaat ditentukannya indicator / nilai-nilai dalam variable penelitian ?
b.    Berikan 2 (dua) contoh dalam instrument kuesioner gabungan / paduan antara tertutup dengan 5 (lima) kategori jawaban mengacu pada Skala Likert,  dan terbuka ?
  1. Pada penelitian kuantitatif sangat dibutuhkan konsep – teori:
a.     Apa manfaat / keuntungannya ?
b.    Berikan contoh hipotesis alternative dengan konsep kompetensi kepemimpinan dan kompetensi pelayanan public !
  1. Sumber data secara umum dikenal ada 2 (dua) yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder:
a.     Jelaskan singkat makna masing-masing ?
b.    Apa keuntungan masing-masing sumber untuk penelitian perilaku manusia ?
  1. Dari kompleksitasnya Populasi memiliki karakter Homogen dan Heterogen:
a.     Apa hakekatnya masing-masing ?
b.    Jelaskan pula secara singkat dengan contoh, apa makna penelitian populasi itu ?
  1. Misalkan bilamana dalam penelitian yang dipilih kompetensi Kepemimpinan dan Pelayanan Publik, dengan instrument Dokumentasi.
a.     Data apa sajakah yang dibutuhkan ?
b.    Sebutkan secara rinci !
  1. Jelaskan secara singkat yang saudara ketahui penelitian kualitatif